Selasa, 30 September 2008

mudik


pada hari sabtu, adik ipar saya pulang kampung bersama istri dan anaknya di lampung.  rencana semua, ia akan naik motor, tetapi melihat kondisi istrinya yang sedang flu, niat untuk membawa motor diurungkan.

tapi pada hari sabtu, tanggal 27 september, dia telpon saya kalau dia mau pulang menggunakan motor, tetapi motornya di naikkan di truk kosong yang kebetulan mau ke lampung, setelah mengantar hasil bumi di pasar cengkareng.

murah, aku berpikir demikian. jauh dari ongkos bila naik mobil biasa.  dan akhirnya sekitar pukul 21.00, truk itu berangkat menuju pelabuhan penyeberangan merak, melalui jalur arteri, tidak melewati jalan tol, tentu beresiko.  dan sekitar pukul 23.00, saya telpon, sudah sampai di merak.  syukurlah, semuanya berjalan lancar.

pada hari minggu pagi, saat mata masih kriyip2 habis bangun tidur, saya coba telepon lagi. paling sudah sampai di rumah.  karena perjalanan jakarta - lampung, paling lama tidak akan lebih dari 8 jam. betapa kagetnya saya, saat dijawab kalau dia dan rombongan yang berada di dalam truk masih tertahan di pelabuhan merak. wau....

dan secara intens, saya coba berhubungan terus.... pukul 14.00 masih belum, pukul 16.00 juga belum.....

dan akhirnya baru bisa masuk kapal sekitar pukul 20.00.  berarti sudah 24 jam.  dan istri saya saat pagi pukul 03.00, hari senin, mencoba telpon kembali, tiba di pringsewu.  kota kecamatan tempat transit, yang jaraknya 15 km dari desa kami.

berarti, 30 jam perjalanan yang melelahkan..... berada di dalam truk, dengan penutup terpal, seharian dalam kondisi yang panas....

sebuah pilihan, problem ekonomi...

Tidak ada komentar: