Selasa, 04 November 2008

tlah terlewati



kadang ingin angan yang terngiang menjadi rangkaian kata tertuang dalam bujur-bujur waktu yang terbenam di mimpi-mimpi malam panjang terwujud dalam satu realita tanpa sublimasi rasa yang mencoba menggapai asa....

jalan panjang tak berujung melantunkan waktu yang datang silih berganti merujuk jiwa yang sayup lirih berbisik tuk mengikuti.

sungguh sebuah pesona yang tercipta dalam biduk hati yang luluh....

menanti fajar berganti senja, bergemuruh meronta saat masa tlah hadir di kisi perjalanan hidup.

saatnya kini tlah berbeda, hingga saat satu titikwaktu tlah terlewati, terkesan indah saat rasa kembali terngiang oleh keindahan karya sang pencipta....

lirih merasa, saat rekan berkata,"bukan bertambah usia, tetapi bertambah tua." sungguh sebuah anugerah yang tak terhingga.... persembahan terindah bagi hati yang terus berkelana mencari ruang dan waktu....

tersimpan sejenak di lubuk hati yang terdalam, mengguncang kharisma alam yang tertunduk mencari raga anak manusia.

kini tertelungkup telapak, memanjat syahdu, seraya menengadah langit.....

terimakasih sang pencipta, karena keindahan hidup yang telah terjadi......

Senin, 20 Oktober 2008

hidup itu berarti


hidupku, akan berarti, kalau memang, hidupku berarti bagi orang lain.

sungguh sebuah karunia alam yang tiada terkira, jikalau dalam satu kesempatan, aku dapat membantu orang lain. yang kadangkala memang, dari apa yang aku lakukan, banyak waktu, energi dan materi yang keluar.

namun aku puas, jika memang aku dapat membantu orang lain.  dan kepuasanku, tidak dapat dihitung.  ia ada di dalam lubuk hatiku, di dalam instink-ku, di dalam sanubariku.  sehingga apa pun kadang akan aku lakukan, jika memang aku dapat melakukannya.

hidup itu memang indah pada waktunya

Selasa, 14 Oktober 2008

Indahnya 40 km/jam

saat awal saya membeli sepeda motor merek mio, bulan 3 tahun 2007, saya cukup mengeluh denngan konsumsi bensinnya.  setiap waktu saya hitung, mulai dari jarak di speedometer, maupun penggunaan bahan bakarnya.  pemakaian paling irit 1 banding 32.5 km.  jadi setiap 3 hari sekali, saya pasti isi bensin sebesar rp. 30.000.  lumayan, 1 bulan 300.ooo.  cukup sulit menyiasati penggunaan bbm agar tetap irit......

tapi kini, saya sudah mencoba 1 hal yang mungkin buat rekan-rekan semua bisa menjadi alternatif baru.  namun dari segi konsumsi bbm, sungguh jauh dari boros. yang penting konsisten, dan sabar.

pada saat awal saya menggunakan sepeda motor, frekuensi kecepatan yang saya gunakan 60-80 km/jam.  mungkin ini kecepatan yang normal.  akan tetapi, sungguh membuat kantong kering untuk pengguna mio.  dan tiba waktunya, 2 bulan yang lalu, saya menerapkan satu langkah yang mungkin bagi saya pribadi agak bertentangan.  tetapi setelah saya mencobanya, saya bisa. 

saya kini menggunakan motor mio, dengan menggunakan kecepatan 40km/jam.  cukup lambat untuk ukuran jakarta. banyak konsekuensi yang harus saya dapatkan, seperti di klakson kendaraan lain dari belakang....  dan yang jelas, prepare waktu yang tepat. karena pasti bagi yang belum terbiasa, suasana akan tergesa-gesa.

namun kenyataannya, sungguh menggembirakan. rekor  yang saya dapatkan bahwa mio saya sanggup mengkonsumsi bbm 1/52 km. pengisian yang pada awalnya 3 hari 1 kali, kini saya 1 minggu 1 kali...............  saya bisa berhemat Rp. 150.000. fantastis..........  dan banyak hal positif yang saya dapatkan: 

belajar bersabar, kampas rem hemat, mesin ga ngoyo--untuk jangka panjang maintenance hemat--, dan lain-lain.

siapa mau coba??????

KORUPTOR TRINITAS BERKELIARAN

pagi ini, seperti biasa, saya berangkat kerja pukul 08.00, melewati jalur macet daan mogot dari cengkareng, ke arah grogol.  Prepare waktu 1 jam uktuk perjalanan berangkat, merupakan kebiasaan yang sudah tertanam.

Melintasi indosiar, pikiran saya masih biasa saja. Tak ada yang menarik, selain perasaan kesal, karena kemarin, hari selasa, saya bayar telepon di plasa telkom Tomang pukul 13.25, agar bisa dipasang speedy.  Eh, ternyata, istri saya juga pada hari yang sama melakukan pembayaran di bank DKI, pukul 09.43. dobel dah.........capek deh ngurusnya.........

hingga melewati u-turn depan pom bensin--200 meter melewati indosiar, lajur arah grogol--saya tercenung sejenak, mengurangi laju motor yang saya kendarai. saya melihat seonggok manusia yang saya cukup kenal. antara yakin dan tidak, apa benar manusia itu masih hidup?

dengan gayanya yang khas--petentang-petenteng--kata orang jawa, seperti saya lihat di gereja, mengisi angin ban mobil mewahnya, mercy, bernomor polisi B 299 DJ, dengan rambut yang masih tetap ubanan. 

saya heran, mengapa dia masih cukup bergaya? dengan perbuatan korupsi yang telah dia lakukan, sungguh sebuah perbuatan yang memalukan! Laknat.....!

tak ada hukuman, baik  badan maupun sosial.

yah........ itulah indahnya hidup...........  

buat rekan-rekan semua yang mau melakukan korupsi dengan jumlah yang besar, mungkin gereja bisa menjadi 1 alternatif.  karena hukumannya cuma DOSA.  rekan-rekan masih bisa menghirup kebebasan, dan masih bisa berpolah tingkah seperti kebanyakan orang lainnya.........

selamat!!!!!!!!!!!!!!!!

Kamis, 02 Oktober 2008

selamat lebaran, maab lahir batin yah

pagi, siang, sore, malam.......

siang berujung di senja, saat azan tersiar, takbir bertalu menggelegar angkasa..................

selamat hari raya idul fitri,

mohon maab lahir dan  batin........

Selasa, 30 September 2008

mudik


pada hari sabtu, adik ipar saya pulang kampung bersama istri dan anaknya di lampung.  rencana semua, ia akan naik motor, tetapi melihat kondisi istrinya yang sedang flu, niat untuk membawa motor diurungkan.

tapi pada hari sabtu, tanggal 27 september, dia telpon saya kalau dia mau pulang menggunakan motor, tetapi motornya di naikkan di truk kosong yang kebetulan mau ke lampung, setelah mengantar hasil bumi di pasar cengkareng.

murah, aku berpikir demikian. jauh dari ongkos bila naik mobil biasa.  dan akhirnya sekitar pukul 21.00, truk itu berangkat menuju pelabuhan penyeberangan merak, melalui jalur arteri, tidak melewati jalan tol, tentu beresiko.  dan sekitar pukul 23.00, saya telpon, sudah sampai di merak.  syukurlah, semuanya berjalan lancar.

pada hari minggu pagi, saat mata masih kriyip2 habis bangun tidur, saya coba telepon lagi. paling sudah sampai di rumah.  karena perjalanan jakarta - lampung, paling lama tidak akan lebih dari 8 jam. betapa kagetnya saya, saat dijawab kalau dia dan rombongan yang berada di dalam truk masih tertahan di pelabuhan merak. wau....

dan secara intens, saya coba berhubungan terus.... pukul 14.00 masih belum, pukul 16.00 juga belum.....

dan akhirnya baru bisa masuk kapal sekitar pukul 20.00.  berarti sudah 24 jam.  dan istri saya saat pagi pukul 03.00, hari senin, mencoba telpon kembali, tiba di pringsewu.  kota kecamatan tempat transit, yang jaraknya 15 km dari desa kami.

berarti, 30 jam perjalanan yang melelahkan..... berada di dalam truk, dengan penutup terpal, seharian dalam kondisi yang panas....

sebuah pilihan, problem ekonomi...

Jumat, 26 September 2008

ibu itu tulus


tadi siang, saya mengantarkan atasan saya menyervis hp nya di stand resmi nokia roxy mas. saat tiba di tempat servis, saya mengantri sebentar untuk meminta nomor antrian. setelah mendapat no antrian, saya duduk di baris ke dua bangku yang telah disediakan persis di depan counter servis.

persis di depan saya, seorang ibu tua, dengan tampang lugu, dan memang sedikit ndeso. sebentar dia meraih dus dan segala perlengkapan hp dari anaknya yang duduk persis di hadapan customer servis counter servis. dibukanya dus tersebut, sejenak saya lihat masih baru. ada bon dan tanggal pembelian terbaca jelas hasil print toko resmi penjual hp. kartu garansi dan berbagai aksesoris.

tak berapa lama, no saya tampak di numerator. saya dan atasan saya maju menuju customer servis. anak itu tadi mundur ke bangku deretan pertama sebelah ibunya. berbisik sebentar, sambil menunggu hp nya yang masih dikutak-katik oleh customer servis.

"....ini mbak hpnya, sudah selesai....."
kata customer servis yang sudah menghadap kami berdua. kami memberi jalan dengan menggeser badan sedikit kepada anak ibu yang ada di belakang kami.
hp langsung diterima, dan kemudian sang ibu itu bertanya kepada customer servis tersebut,
"berapa ongkosnya mbak...?"
"nggak usah bu, terimakasih...." jawab CS
sejenak mereka berdua saling menatap.
karena masih dalam posisi badang yang miring, saya masih bisa melihat dengan jelas tatapan mata ibu tersebut. perasaan lega dan berterimakasih yang amat sangat terpancar dari kedua matanya. dan sedari tadi saat masih duduk di bangku antrian, saya melihat dia memegang dompet dan menimang-nimang uang pecahan dua puluh ribuan yang tinggal dua lembar.
"kan masih garansi...." tambah CS
"oh ya mbak, terimakasih banyak ya..." timpal anak ibu tersebut.
dan kedua orang tersebut kemudian pergi.

sebuah kesederhanaan berpikir, yang bagi saya untuk saat ini, sungguh jarang terjadi. saya juga berpikir, pasti untuk sampai di tempat servis, pasti juga bukan hal mudah bagi ibu dan anak yang kelihatannya sama-sama gaptek. karena saat hp diberikan oleh CS, anaknya bertanya kepada CS, "mbak, yang kecil-kecil tipis sudah dimasukkin belum......."
"apaan?" ujar CS
"itu tadi mbak, micro sd," ujarku.
"oh ya, sudah semua mbak."

perjalanan 3 kali ganti mobil dari ciputat untuk sampai di tempat servis resmi di roxy mas. si ibu juga sudah pusing sekali saat di perjalanan saat bercerita sejenak melepas kepenatan di depan saya. dengan sebuah harapan, hp anaknya bisa hidup lagi, karena baru sebulan dibeli. dan ibu itu juga tidak tahu, kalau masih dalam masa garansi, tidak ada pungutan biaya, semua ditanggung oleh perusahaan penerbit hp tersebut.

ketulusan hati seorang ibu......