pagi ini, seperti biasa, saya berangkat kerja pukul 08.00, melewati jalur macet daan mogot dari cengkareng, ke arah grogol. Prepare waktu 1 jam uktuk perjalanan berangkat, merupakan kebiasaan yang sudah tertanam.
Melintasi indosiar, pikiran saya masih biasa saja. Tak ada yang menarik, selain perasaan kesal, karena kemarin, hari selasa, saya bayar telepon di plasa telkom Tomang pukul 13.25, agar bisa dipasang speedy. Eh, ternyata, istri saya juga pada hari yang sama melakukan pembayaran di bank DKI, pukul 09.43. dobel dah.........capek deh ngurusnya.........
hingga melewati u-turn depan pom bensin--200 meter melewati indosiar, lajur arah grogol--saya tercenung sejenak, mengurangi laju motor yang saya kendarai. saya melihat seonggok manusia yang saya cukup kenal. antara yakin dan tidak, apa benar manusia itu masih hidup?
dengan gayanya yang khas--petentang-petenteng--kata orang jawa, seperti saya lihat di gereja, mengisi angin ban mobil mewahnya, mercy, bernomor polisi B 299 DJ, dengan rambut yang masih tetap ubanan.
saya heran, mengapa dia masih cukup bergaya? dengan perbuatan korupsi yang telah dia lakukan, sungguh sebuah perbuatan yang memalukan! Laknat.....!
tak ada hukuman, baik badan maupun sosial.
yah........ itulah indahnya hidup...........
buat rekan-rekan semua yang mau melakukan korupsi dengan jumlah yang besar, mungkin gereja bisa menjadi 1 alternatif. karena hukumannya cuma DOSA. rekan-rekan masih bisa menghirup kebebasan, dan masih bisa berpolah tingkah seperti kebanyakan orang lainnya.........
selamat!!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar