Selasa, 14 Oktober 2008

Indahnya 40 km/jam

saat awal saya membeli sepeda motor merek mio, bulan 3 tahun 2007, saya cukup mengeluh denngan konsumsi bensinnya.  setiap waktu saya hitung, mulai dari jarak di speedometer, maupun penggunaan bahan bakarnya.  pemakaian paling irit 1 banding 32.5 km.  jadi setiap 3 hari sekali, saya pasti isi bensin sebesar rp. 30.000.  lumayan, 1 bulan 300.ooo.  cukup sulit menyiasati penggunaan bbm agar tetap irit......

tapi kini, saya sudah mencoba 1 hal yang mungkin buat rekan-rekan semua bisa menjadi alternatif baru.  namun dari segi konsumsi bbm, sungguh jauh dari boros. yang penting konsisten, dan sabar.

pada saat awal saya menggunakan sepeda motor, frekuensi kecepatan yang saya gunakan 60-80 km/jam.  mungkin ini kecepatan yang normal.  akan tetapi, sungguh membuat kantong kering untuk pengguna mio.  dan tiba waktunya, 2 bulan yang lalu, saya menerapkan satu langkah yang mungkin bagi saya pribadi agak bertentangan.  tetapi setelah saya mencobanya, saya bisa. 

saya kini menggunakan motor mio, dengan menggunakan kecepatan 40km/jam.  cukup lambat untuk ukuran jakarta. banyak konsekuensi yang harus saya dapatkan, seperti di klakson kendaraan lain dari belakang....  dan yang jelas, prepare waktu yang tepat. karena pasti bagi yang belum terbiasa, suasana akan tergesa-gesa.

namun kenyataannya, sungguh menggembirakan. rekor  yang saya dapatkan bahwa mio saya sanggup mengkonsumsi bbm 1/52 km. pengisian yang pada awalnya 3 hari 1 kali, kini saya 1 minggu 1 kali...............  saya bisa berhemat Rp. 150.000. fantastis..........  dan banyak hal positif yang saya dapatkan: 

belajar bersabar, kampas rem hemat, mesin ga ngoyo--untuk jangka panjang maintenance hemat--, dan lain-lain.

siapa mau coba??????

Tidak ada komentar: